8 Cara Menata Ruang Tamu yang Menyatu dengan Ruang Keluarga

By | April 28, 2018

Ilustrasi menata ruang tamu

Ruang tamu dan ruang keluarga adalah dua ruang utama yang dibutuhkan untuk sebuah hunian. Kedua ruangan tersebut memiliki sifat dan fungsi yang berbeda.

Ruang tamu bersifat publik dan digunakan untuk menerima tamu, sedangkan ruang keluarga bersifat privat dan umumnya hanya digunakan oleh keluarga untuk bersantai dan bercengkerama. Sehingga perbedaan sifat dan fungsi tersebut membuat keduanya umumnya terpisah.

Namun ada kalanya lahan yang terbatas membutukan solusi penyatuan dua ruangan tersebut. Alasannya agar lahan yang tersisa dapat digunakan untuk fungsi yang lain, seperti misalnya kamar tidur atau dapur.

Nah, untuk Anda yang memiliki rumah sempit dengan lahan terbatas, berikut ini adalah alternatif menata ruang tamu yang menjadi satu dengan ruang keluarga agar terlihat lebih lapang dan berfungsi dengan maksimal.

1. Menggunakan cermin di area ruang keluarga

Ruang tamu dan ruang keluarga juga dapat tampil cantik tanpa dinding ruang permanen yang membatasi. Anda dapat menggunakan dinding cermin yang mengelilingi ruang keluarga.

Selain sebagai penanda untuk membedakan fungsi kedua ruang tersebut, dinding cermin juga dapat membuat ruangan yang sempit terasa semakin luas dan lapang.

2. Pembatas partisi

Pembatas partisi sederhana dapat menjadi alternatif pilihan untuk pemisah ruang keluarga dengan ruang tamu. Anda dapat menggunakan partisi berupa kayu untuk ruangan bertema konvensional hingga minimalis, partisi metal untuk interior ruangan yang bertema industrial, atau partisi tekstil berupa kelambu kain maupun hiasan tirai.

Hindari membuat partisi yang masif dan tertutup seperti dinding. Akan lebih baik jika partisi tersebut tidak menghalangi pandangan di antara kedua ruang. Anda dapat membuat partisi yang menyerupai pagar agar pembagian cahaya lebih merata dan jalur sirkulasi udara kedua ruang menjadi lebih lancar.

3. Konsep terbuka

Tanpa menggunakan partisi pun ruang keluarga dan ruang tamu juga akan tetap tampil cantik. Anda dapat menggunakan konsep terbuka tanpa pembatas satu pun.

Konsep ini umum digunakan untuk interior sebuah apartemen. Untuk membedakan fungsinya, Anda dapat menggunakan karpet yang diaplikasikan di salah satu ruangnya, di ruang tamu atau di ruang keluarga saja.

4. Fleksibel dengan furniture multifungsi

Menata ruang tamu dan ruang keluarga menjadi satu membutuhkan optimalisasi furniture atau perabot dalam ruang. Anda dapat menggunakan perabot multifungsi agar tidak terlalu banyak memakan tempat dan membuat ruang terasa lebih sempit.

Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan kursi bergaya ottoman berbentuk persegi yang juga dapat digunakan sebagai meja. Akan lebih baik dan lebih bermanfaat jika kursi tersebut juga dapat dibuka di bagian atasnya seperti peti dan digunakan sebagai tempat penyimpanan.

5. Tempat duduk built-in

Untuk lebih menghemat tempat di dalam ruang, Anda juga dapat menggunakan tempat duduk built-in yang dipasang untuk tempat duduk di ruang tamu. Tempat duduk tipe ini dapat berupa sofa yang masuk ke dalam dinding.

Tempat duduk built-in sangat tepat diaplikasikan untuk menyatukan dua ruang di rumah yang sempit. Mengapa? Karena konsep tempat duduk tersebut dapat menghemat sirkulasi yang memang banyak memakan tempat di dalam sebuah ruangan.

Selain tempat duduk, Anda juga dapat menggunakan rak built-in sebagai tempat memajang aksesori dekorasi interior yang Anda miliki.

6.  Menyatu dengan taman

Menata ruang tamu dan ruang keluarga menjadi satu akan lebih menyenangkan jika memasukkan juga konsep taman rumah. Anda dapat menggunakan teras dengan pintu depan geser besar berbahan kaca.

Sehingga ketika ada tamu dan pintu terbuka lebar, teras, ruang tamu dan ruang keluarga akan menjadi satu dan ruangan tampak makin luas.

Atau jika tidak begitu, Anda dapat memasukkan halaman samping pada konsep ruang keluarga terbuka. Pintu yang digunakan pun dapat juga pintu berbahan kaca dan berbentuk pintu lipat.

Seperti halnya di konsep sebelumnya, dengan begini halaman samping dapat menjadi sumber sirkulasi udara untuk ruang keluarga dan ruang tamu sehingga ruang menjadi lapang dan terbuka.

7. Gaya minimalis

Gaya minimalis termasuk tema interior yang tepat jika digunakan untuk menyatukan dua ruangan yang berbeda fungsi dan sifat. Hal ini dikarenakan gaya minimalis tidak membutuhkan banyak perabot.

Selain itu, perabot yang digunakan pun memiliki model yang simpel, warna yang lebih dominan bersifat netral, pun dengan aksesori dekorasi yang digunakan juga tidak terlalu “heboh”.

Konsep minimalis akan membuat ruangan Anda terasa lebih bersih, rapi dan ringan. Sehingga rasa yang ditimbulkan pun lebih lapang dan nyaman.

8. Interior dengan split level

Solusi lain menyatukan ruang keluarga dan ruang tamu adalah dengan menggunakan perbedaan ketinggian lantai atau split level. Anda dapat membuat ruang tamu lebih rendah kira-kira 50 cm saja.

Anda dapat menggunakan parket kayu untuk finishing lantai. Dengan begitu, Anda akan memiliki ruang keluarga nyaman seperti panggung yang dapat dilengkapi dengan bantalan duduk atau matras, tanpa menggunakan sofa.

Itulah tadi 8 cara untuk menata ruang tamu yang digabungkan dengan ruang keluarga untuk hunian sederhana. Dengan begini, Anda dapat memaksimalkan fungsi ruang tanpa harus memberi sekat dinding permanen yang membuat rumah sempit terlihat lebih lapang dan nyaman untuk keluarga. Semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel Terkait:

  • No Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *